Mengenal lebih jauh tentang Penebalan Dinding Rahim /Mioma

Penebalan Dinding Rahim sangat umum terjadi dan dapat dialami pada semua wanita. Penyakit ini sepertinya muncul karena pengaruh hormon wanita seperti estrogen. Dikarenakan tumor ini baru berkembang setelah pubertas, biasanya sesudah usia 30 tahun, kemudian menyusut dan menghilang setelah menopause di mana saat itu kadar estrogen dalam darah telah menurun.

Gejala Mioma/ Penenbalan Dinding Rahim

Sering kali, mioma rahim tidak menyebabkan gejala apa pun sehingga kebanyakan wanita tidak menyadari bahwa mereka memiliki mioma rahim. Gejala-gejala yang mungkin timbul karena mioma rahim adalah sebagai berikut:

  • Haid yang memanjang, misalnya lebih lama dari tujuh hari.
  • Perdarahan yang berat saat haid.
  • Rasa kembung dan penuh pada daerah perut dan panggul.
  • Sulit buang air besar.
  • Rasa nyeri saat melakukan hubungan seksual.

Jika keluhan-keluhan ini terus mengganggu, maka seorang wanita sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk pemeriksaan USG perut – agar mendapatkan diagnosis lebih lanjut dan penanganan yang optimal. Pasalnya, mioma berukuran besar dan menjorok ke dalam rongga rahim dapat menyebabkan gangguan kesuburan hingga masalah dalam kehamilan dan persalinan.

Penyebab Mioma /Penebalan Dinding Rahim

Terdapat banyak faktor yang dapat mempengaruhi mioma rahim, yakni:

  • Kehamilan: wanita yang sudah pernah memiliki anak cenderung lebih jarang mengalami mioma rahim.
  • Menstruasi lebih awal: wanita yang mendapatkan menstruasi pertama sebelum usia 10 tahun cenderung lebih rentan mengalami mioma rahim.
  • Wanita yang mengonsumsi pil KB cenderung lebih jarang mengalami mioma rahim yang signifikan.
  • Riwayat keluarga: wanita yang memiliki ibu dan saudara dengan mioma rahim cenderung lebih rentan mengalami mioma rahim.

Jenis-Jenis Mioma Rahim

Semua mioma rahim terdiri dari susunan yang sama, yaitu sel-sel otot rahim yang tidak normal yang tumbuh membentuk gelondongan padat atau massa. Berdasarkan letak pertumbuhannya, mioma rahim dibedakan menjadi:

  • Mioma intramural, yaitu mioma yang tumbuh di dalam dinding otot rahim.
  • Mioma submukosal, yaitu mioma yang tumbuh di bawah lapisan dalam permukaan rahim, dan dapat menonjol ke dalam rongga rahim.
  • Mioma subserosa, yaitu mioma yang tumbuh di luar dinding rahim.
  • Mioma bertangkai (pedunculated), yaitu mioma yang biasanya tumbuh di luar rahim, tertanam ke rahim melalui suatu tangkai atau suatu susunan dasar.
Baca juga:  Penebalan Diniding Rahim yang harus diwaspadai

Mioma rahim dapat bervariasi dalam ukuran, mulai dari ukuran beberapa sentimeter hingga sangat besar sampai beratnya mencapai beberapa kilogram.

Pengobatan Mioma Rahim

Terapi mioma rahim dibedakan atas dua, yaitu bedah (operasi) dan nonbedah.

Terapi bedah untuk mioma rahim dibagi menjadi dua, yakni:

  • Miomektomi (operasi pengambilan mioma rahim)
    Dipertimbangkan apabila seorang wanita masih berusia muda atau masih ingin memiliki anak lagi. Setelah miomektomi, pasien disarankan untuk menunda kehamilan selama 4-6 bulan karena rahim masih dalam keadaan rapuh setelah dioperasi. Komplikasi dari miomektomi berupa risiko perdarahan harus dipertimbangkan. Kemungkinan untuk pertumbuhan mioma lagi setelah miomektomi berkisar 20-25%.
  • Histerektomi
    Pengangkatan rahim keseluruhan yang dipertimbangkan pada wanita yang sudah tidak menginginkan anak lagi, pertumbuhan mioma yang berulang setelah miomektomi, dan nyeri hebat yang tidak sembuh dengan terapi konvensional

Untuk terapi nonbedah, mioma rahim umumnya ditangani dengan terapi hormonal yang akan memproduksi efek untuk mengecilkan mioma rahim. Namun, tentu saja terapi ini harus di bawah pengawasan dokter spesialis kebidanan dan kandungan.

Baca juga : Cara cepat menyembuhkan patah tulang

 

Penebalan Dinding Rahim

Speak Your Mind

*